Suasana Pelantikan Ahok Jadi Gubernur DKI Tidak Dihadiri 50 Anggota & 4 Wakil DPRD

Blog Karuhun - Suasana pelantikan ahok jadi gubernur DKI hari ini berlangsung cukup mencolok, pasalnya rapat paripurna ini tanpa dihadiri 4 wakil ketua dan 50 anggota DPRD Daerah Kota Istimewa Jakarta. Tepatnya pada pukul 10.45 rapat paripurna berlangsung dan saat itu juga Basuki Tjahaya Purnama telah resmi dilantik, statusnya diperjelas melalui surat kementrian dalam negeri perihal mekanisme pengangkatan wakil gubernur  Menjadi Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan tahun 2012-2017, dalam hal ini ketua DPRD Prasetyo Edi yang turut menghadiri pelantikan menegaskan bahwa surat kemendagri yang sudah diterima sejak tanggal 28 Oktober 2014 itu harus diumumkan sesuai jadwal DPRD DKI Jakarta. Sidang berlangsung singkat sekali sekitar 15 menit dan pada pukul 11.00 sudah diakhiri, suasana sidang tampak mencolok karena 4 kursi dibagian kiri dan kanan yang seharusnya diisi wakil ketua DPRD tampak kosong, mereka yang tidak menghadiri sidang pelantikan ialah :

figur kontroversial super galak ahok
figur kontroversial super galak ahok
  1. Muhamad Taufik dari GERINDRA
  2. Triwisaksana dari PKS
  3. Abraham dari PPP
  4. Sofyan dari Partai Demokrat
Selain ke empat wakil DPRD tersebut terdapat sejumlah 50 anggota DPRD berasal dari koalisi merah putih tidak turut hadir alias absen. Sebenarnya undang undang telah jelas mengatur bahwa wakil Gubernur DKI akan secara otomatis naik jabatan disaat gubernur mengundurkan diri namun karena sempat terjadi polemik tegang di badan internal DPR Jakarta hal ini sempat tertunda namun prasetyo edi menegaskan dengan memberikan perumpamaan seperti kasus yang terjadi di Solo saat Joko Widodo mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI maka secara otomatis wakilnya yang menggantikan posisi walikota solo, hal seperti itupun seharusnya terjadi hal yang sama di pemerintahan daerah khusus ibu kota jakarta, namun karena polemik di DPR dianggap prasetyo sebagai bumbu bumbu yang tidak akan mempengaruhi proses dan mekanisme penetapan ahok. 

 

Antara Pro & Kontra Ahok Jadi Gubernur DKI

Sebenarnya polemik perpolitikan di tanah air saat ini memang tengah berlangsung alot, terutama di tingkat dewan pusat perwakilan rakyat daerah ibu kota sejak terpilihnya Joko Widodo menjadi presiden RI perseteruan para elite politik semakin menjadi, Karuhun jadi teringat pernyataan mendiang GUSDUR saat mengklain DPR sebagai taman kanak kanak yang seringkali ribut rebutan permen, kondisi wakil rakyat saat ini tidak jauh berbeda dengan apa yang telah disampaikan almarhum Abdurrahman Wahid. Layaknya sopir & kernet pasangan Jokowi - Ahok lagi sama sama beruntung yang satu ujug ujug jadi presiden sementara pasangannya naik jabatan jadi gubernur. Tapi sayang nasib Basuki Tjahya Purnama tidak seberuntung Jokowi pasalnya 2 tokoh ini memiliki karakter yang jauh berbeda bagaikan langit dan bumi meski dengan hoki yang sama. Karakter ahok dalam memimpin acapkali mendapat kecaman reaksi keras dari publik sifatnya yanga agak sedikit arogan, semau gue bahkan bisa dibilang galak (lo gue) lebih menjurus pada sikap diktator. Banyak sekali cuplikan ahok di Youtube yang menampilkan adegan beliau saat ngotot mengeluarkan pendapat dengan mimik yang tegang. Sepertinya publik kini semakin banyak menua pro dan kontra antara harus mendukung ahok sebagai gubernur DKI atau malah sebaliknya. Namun ahok cukup cerdas menyikapi hal ini dengan selalu mengatakan prosedural berdasarkan UUD 'Rakyat mau setuju ataupun tidak ahok tetap akan menjadi gubernur sesuai dengan undang undang resmi'

Ketika salah satu ormas islam di jakarta, FPI menghujat supaya ahok mundur dari posisinya, dengan lantang sosok figur asal bangka ini malah bertambah berang bahkan tidak segan segan serang balik dengan rencana membubarkan organisasi masyarakat front pembela islam, tidak tanggung tanggung ahok langsung layangkan surat rekomendasi pembubaran FPI kepada mendagri "Bubarin aja lah bikin macet, bikin ganggu orang" demikian pernyataanya di media, bahkan dengan lantang ahok berujar "tembak saja" ketika FPI akan melakukan demonstrasi di gedung balai kota Jakarta. Demikian kronologis pro kontra ahok sejak menjabat wagub hingga pelantikan gubernur DKI sarat akan pemberitaan yang heboh. Silahkan sobat  bebas nilai sendiri tentang sepak terjang ahok pada kotak komentar dibawah ini.



0 comments

Post a Comment