Ajaib Seorang Kakek Mampu BERTELUR Hingga 205 Butir

Layaknya seekor unggas, Ajaib seorang kakek mampu bertelur hingga 205 butir, ini merupakan fenomena unik, langka dan jarang terjadi di sepanjang kehidupan manusia. Ini bukan hoax ataupun lelucon melainkan nyata terjadi pada kakek bernama sinin hinga masuk berita di sctv tiga hari yang lalu. Menurut informasi ternyata kebiasaan kakek sinisn mengeluarkan telur dari anusnya sudah berlangsung lama sejak tahun 1998 setelah dikumpulkan dan dihitung total telur yang telah dihasilkan sinin berjumlah 205 butir, subhanallah betapa besar keagungan dan keajaiban MU ya allah.

Kakek sinin seringkali merasa kesakitan saat akan bertelur, biasanya harus dipijat dulu dengan cara yang benar supaya telur keluar sebaliknya jika salah pijat maka telur itu sendiri malah kembali masuk kedalam. Dibantu oleh para tetangga sekitar akhirnya berhasil juga meski dengan perjuangan dan rasa sakit yang menyiksa. Setelah keluar telur aki sinin pun merasa lelah karena tenaganya terkuras mungkin prosesnya hampir sama dengan wanita melahirkan namun apa yang dialami pria yang tinggal di Jakarta ini agak sedikit ringan.
inilah foto kakek sinin yang bertelur
Foto kakek sinin bertelur
Menurut kakek yang bekerja di percetakan ini, pada detik detik ketika akan bertelur ia merasakan punggungnya sebelah belakang seperti ada yang menarik narik (ditarikin) "kalo salah urut bisa masuk lagi" ujarnya kepada wartawan. Adapun waktu bertelur itu sendiri tidak bisa dipastikan kadang 7 hari berturut turut hingga menghasilkan 10 butir. Fenomena unik dan ajaib ini telah sering disaksikan oleh tetangga sekitarnya namun baru pada kesempatan kali ini dipublikasikan. Rencananya sinin akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan test laboratorium sehingga bisa menguak tabir keanehan ini. Kadinkes jakarta utara, Bambang Suheri sendiri kurang mempercayai fenomena ini sehingga ingin membuktikannya secara ilmu kedokteran (medis). Semoga misteri kakek bertelur ini segera dapat dipecahkan sehingga bisa menciptakan temuan baru dalam dunia kedokteran, dan kondisi kakek sinin juga menjadi lebih baik.

0 comments

Post a Comment