Contoh Kumpulan Puisi Tentang Alam

Contoh Kumpulan Puisi Tentang Alam pasti banyak dicari oleh para pembaca pecinta alam untuk melukiskan keindahan alam melalui barisan kata yang indah dan menggoda. Puisi memiliki kekuatan layaknya sihir yang akan menghipnotis orang yang mendengarkan ataupun membacanya terutama tentang keindahan alam semesta.

Banyak sekali contoh puisi tentang alam semesta yang menceritakan suasana kehidupan hewan, pepohonan dengan kondisi alam seperti udara, angin ataupun air yang dikaitkan dengan beberapa tempat seperti ladang, kebun, sawah, hutan, pantai dan lainnya. Puisi adalah imajinasi yang dituturkan dengan tulisan syair syair indah, menarik bahkan dapat menghipnotis pembacanya dengan keindahan bait bait kalimat yang disusun rapi menggunakan gaya bahasa yang menarik.

menguak keindahan alam lewat syair puisi indah

Bagaimana cara membuat puisi tentang alam? sebuah pertanyaan menarik. Biasanya seorang penyair akan membuat suatu puisi disaat mendapatkan ide menarik atas apa yang dilihatnya lalu menuliskan apa yang tengah dirasakannya. Contoh seorang penyair sedang berlibur dan pergi ke suatu tempat indah maka secara tidak langsug benaknya akan langsung benaknya akan merekam setiap sudut tempat untuk menggabungkan antara visual (apa yang dilihat) dengan hati sanubarinya, saat ia merasakan keindahan ataupun kesedihan maka jemarinyalah yang akan mewujudkannya melalui goresan pena. 

Menjadi seorang penyair puisi memang tidak mudah, selain bakat dan keinginan yang kuat diperlukan latihan menulis untuk merangkai kata kata. Seorang penyair juga harus memiliki dan membaca banyak contoh puisi sebagai referensi dan perbandingan kualitas dari para pendahulunya. Kemampuan dan gaya bahasa yang tinggi, indah serta menarik juga merupakan salah satu syarat menjadi penyair professional dalam hal ini tentunya seorang penyair harus memiliki banyak khazah kosa kata sebagai modal utama.

Contoh Puisi Tentang Keindahan Alam Semesta

Musim semi tiba kembali di atas danau
cahaya dan kerut-kerut air menyeruak kebekuan
musim dingin telah pergi
di kejauhan dinding-dinding kelabu gunung Alpina
kebun-kebun anggur telah melepas bnunga-bunga salju dari dahan-dahannya
dan merajut kembali daun-daunnya yang gugur

Burung-burung danau telah kembali
dari sarang-sarangnya di berbagai penjuru
Himbauan angin danau dan awan-awan puith biru
desah dan kecipak ombak sungai Rhone
dan fontana lac leman yang membersit ke langit

Burung-burung itu
tahu kapan harus pergi
menyingkir dari kejenuhan gersang matahari
atau bersembunyi dari kecemasan pada udara beku
dan tahu bila harus kembali mengasah paruh dan sayap-sayapnya

Menjemput ikan-ikan yang terpaut
di antara arus hangat dan kedalaman karang
atau turut bermain memburu-buru layar-layar yang berkibar-kibar sayapnya

Menjemput ikan-ikan yang terpaut
di antara arus hangat dan kedalaman karang
atau turut bermain memburu-buru layar-layar yang berkibar-kibar

Danau ini telah membukakan kembali pangkuannya
bagi gairah kehidupan yang berwarna-warni
manusia, satwa, pantai dan matahari yang bersinar

Dilereng Bukit Hijau

Mengapa suara itu, sekarang kian kudengar
padahal telah lama aku tak pernah tertarik
selama ini aku telah lama berumah di lereng-lereng bukit
dengan hijau dedaunan dan awan-awan yang putih seperti kapas
kecuali sekali-sekali aku memang masih senang memandang ke alut lepas

Di mana burung-burung camar
mengepakkan saya dan paruhnya, melayap-layap
menghunjam dan menyambar mangsa di atas gelombang

Gelombang adalah jembatan
yang menyatukan buih dan ombak
di mana kapal-kapal berlayar di atasnya
gelombang adalah pemicu gairah para kekasih yang berseberangan lautan

Hujan Dan Banjir

Musim hujan telah tiba di Ibukota
siang terasa panas dan cerah
menjelang petang awan-awan pun mendung
dan hujan pun turun
deras sekali
tanpa didahului gerimis kecil yang kau sukai

Tapi, apakah memang bayang-bayang awan
yang berubah-ubah itu yang membuatmu gelisah

atau, engkau khawatir
banjir akan meredam sudut sudut
tempat engkau bermimpi
atau, akan membawa sampanmu
yang tak pernah mau berlabuh itu
hanyut sampai ke ujung kali Ciliwung
yang berkelok-kelok dan panjang?

Ah, mengapa tak kau genggam sekali matahari itu di hatimu
dan labuhkan cahayanya di atap rumah di sisi sampanmu





















Jika sobat membutuhkan kumpulan contoh puisi lebih banyak lagi bisa melihat lainnya dibawah ini :

0 comments

Post a Comment