Kenikmatan Paling Indah Memandang Allah Di Surga

Ahlussunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala dapat dilihat kelak di surga. Tentu kita tidak perlu memikirkan bagaimana cara kita nanti memandang Allah. Biarkan hal ini menjadi urusan Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu. Yang penting kita jangan menyamakanya dengan cara kita kita memandang makhluk yang harus membutuhkan cahaya dan tempat agar bisa dilihat. 

Di dalam Al Qur'an disebutkan dalil bahwa Allah kelak bisa dilihat. Dalam surat Yunus:26 Allah Subhanhu wa Ta'ala berfirman yang artinya,"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada Al Husna (pahala yang terbaik) dan Ziyadah (tambahannya)". Para imam pakar tafsir menyatakan bahwa yang dimaksud Al Husna adalah surga sedang yang dimaksud Ziyadah adalah memandang Allah. Demikian pula dalam surat Al Qiyamah :22-23 yang aritnya, "Wajah-wjah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannalah mereka melihat".

menafsirkan memandang allah di surga

Di antara dalil hadits yang menjelaskan bahwa Allah bisa dilihat adalah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim yang bersumber dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. "Wahai Rasulullah, apakah di hari kiamat kami akan bisa melihat Tuhan kami?", tanya mereka. "Benar!. Apakah kalian ragu dalam melihat matahari yang tidak tertutupi awan?" jawab beliau. "Tidak, " kata mereka. "Kelak kalian pun akan melihat seperti itu .... " Dalil lain adalah Hadits riwayat Imam Muslim yang bersumber dari Shuhaib radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda yang artinya, "Jika penghuni surga telah memasuki surga maka Allah akan bertanya kepada mereka, "Apakah kamu menghendaki sesuatu tambahan dariku?" Mereka menjawab, "Bukankah engkau telah membuat putih wajah kami? Bukankah engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka?. 

Lalu Allah menyingkapkan hijab sehingga mereka tidak pernah dianugerahi sesuatu yang lebih mereka sukai melebihi melihat Tuhan mereka tidak pernah dianugerahi sesuatu yang lebih mereka sukai melebihi melihat Tuhan mereka. Selanjutnya Rasulullah membaca surat Yunus :26 di atas". 

Bulettin HAWARIY - Sumber Qul Hadzihi Sabili karya Abuya Sayyid Muhammad 'Alawi

0 comments

Post a Comment