Etika Berbeda Pandangan Dalam Islam

Berbeda pandangan adalah sesuatu yang normal karena ia muncul dari perbedaan pemahaman, dan kecerdasan serta kesenjangan tingkat pola pikir. Karena itu bukan hal yang wajar jika perbedaan pandangan dijadikan pintu perseteruan, kunci permusuhan dan percikan yang menyalakan api keretakan hubungan. Orang-orang yang berakal selalu berbeda pandangan dan senantiasa berdiskusi dalam btas-batas akal. 

Jika terjadi perbedaan pandangan maka dampaknya tidak sampai menyentuh batas batas hati. Mereka semua memahami dengan baik bahwa manusia memang akan selalu berbeda pandangan dan mempercayai sepenuhnya bahwa : "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat." (Hud : 118) Karena itu kita harus tetap berteman meskipun kadang kita memiliki pandangan yang bersebrangan sebagaimana ucapan Imam Syafi'i,

"Sesungguhnya perbedaanku denganmu wahai saudaraku bukan berarti aku membencimu atau merendahkan akal dan pandanganmu. Saya tetap mencintaimu wahai saudaraku, meskipun kita senantiasa berbeda pandangan sepanjang masa perbedaanku denganmu jangan membuatmu mencemarkan nama baikku, menggunjingku dan memutus hubungan denganku" 


Dalam menyikapi perbedaan pandangan, manusia terbagi menjadi tiga kelompok : 
  • Jika engkau tidak bersama denganku bukan berarti engkau musuhku. Ini logika orang-orang yang berakal 
  • Jika engkau tidak bersama denganku maka engkau musuhku. Ini pendirian orang-orang yang dungu
  •  Jika engkau tidak bersama denganku maka engkau musuh Allah. 
Ini prinsip kelompok ekstrim Wahai saudaraku, pendapat-pendapat itu ada untuk ditunjukkan bukan untuk diwajibkan, untuk disampaikan bukan untuk dipaksakan dan untuk saling menyempurnakan bukan untuk saling dipertarungkan. Tatkala kita bisa mengelola perbedaan dengan baik maka kita akan berkembang dengan baik pula. Kita harus bisa memegang teguh etika perbedaan bukan justru berseberangan dengan etika. Ya Allah, satukanlah hati kami dan kumpulkanlah kami dalam kalimat kebenaran. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu 

 Sumber : Bulletin HAWARIY WATU BELAH CIREBON

0 comments

Post a Comment