Keberkahan Umur Menurut Islam

ciri umur berkah

Umur berkah menurut Islam - Kematian adalah keniscayaan bagi semua makhluk hidup. Semua yang bernyawa akan menghadapi kematian dan tidak ada satu pun yang bisa menghindarinya. Kematian juga adalah misteri karena waktu dan tempat kematian hanya Allah yang mengetahui. Kematian bukanlah akhir dari fase kehidupan manusia tetapi ia adalah pintu gerbang menuju fase kehidupan berikutnya yang penuh kebahagiaan atau penuh penderitaan. Bagi yang bisa memanfaatkan umurnya di dunia untuk merealisasikan tugas tugasnya sebagai makhluk yang diciptakan untuk menghamba kepada Allah maka kematian adalah hal ghaib terbaik yang dinanti kedatangannya.
Sebaliknya bagi yang menyia-nyiakan umurnya di dunia dengan melakukan pembangkangan kepada Allah maka kematian adalah bencana mengerikan yang mengantarkannya menuju penderitaan tak bertepi. Siapa pun yang masih diberi nikmat umur oleh Allah maka ia harus mampu memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk berbuat kebaikan demi meraih kebahagiaan kelak di akhirat. Umur yang tidak digunakan untuk berbuat kebaikan hanya akan mengakibatkan kekecewaan dan penyesalan kelak di akhirat. Karena itu, umur panjang adalah hal yang positif jika memang dimanfaatkan untuk beribadah kepada Allah sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya 

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya." 

Namun jika umur panjang diisi dengan beragam daftar perbuatan tercela maka umur panjang adalah musibah yang akan membawa kesedihan. Umur yang dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk berbuat kebajikan dengan menjalankan perintah allah dan menjauhi larangan-Nya adalah umur yang berkah. Dalam kaitan ini Ibnu 'Athaillah As sakandari menyatakan dalam Al Hikam bahwa siapapun yang diberi keberkahan dalam umurnya maka dalam waktu yang pendek akan meraih anugerah Allah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tidak bisa ditunjukkan dengan isyarat apapun. Namun bagaimanakah cara mengejar keberkahan umur, agar jika seseorang berumur pendek tetapi ia tetap bisa meraih hasil amal shalih maksimal yang mendekatkan diri kepada Allah? Dr. Sa'id Ramadhan Al Buthy menjawab bahwa orang tersebut harus mematuhi dua hal :
  1. Jangan mengabaikan potensi yang disediakan Allah, kesehatan prima yang dikaruniakan-Nya, dan kesempatan yang diberikan Allah kepadanya. Ketiga hl ini harus dimanfaatkan untuk merealisasikan aktivitas-aktivitas yang menjadi tujuan Allah menciptakan manusia. Dengan kata lain seseorang harus memanfaatkan dan menghargai waktu dengan menggunakan potensi yang dimiliki, kesempatan yang terbentang luas dihadapannya dan kesehatan yang prima untuk merealisaikan seluruh kewajiban yang dibebankan kepada dirinya. Banyak orang yang gagal memanfaatkan tiga hal di atas dan baru merasakan penyesalan akibat tidak memanfaatkan waktu dengan baik saat kesehatannya terganggu, kehilangan kesempatan dan tidak lagi memiliki stamina untuk merealisasikan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Saat merealisasikan aktivitas-aktivitas di atas seseorang harus senatiasa menghadirkan permohonan bantuan kepada Allah, kebutuhannya yang mendesak agar selalu diberi bimbingan oleh-Nya, ditunjukkan ke jalan yang lurus dan dimudahkan segala sesuatu yang sulit. Karena jika seseorang mampu memadukan kerja keras untuk beraktivitas dan memohon pertolongan dengan sepenuh hati kepada Allah, mkaa dia akan membukakan apa yang tertutup untuknya dan memudahkan hal yang sulit baginya serta akan dibimbing oleh-Nya untk menggapai apa yang diinginkan dengan usaha minimal dan dalam waktu yang pendek. Dalam konteks ini Rasulullah bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim, Ahmad dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah yang artinya, "Mintalah pertolongan kepada Allah dan kamu jangan lemah" Menyangkut pemanfaatan umur, kita harus belajar banyak kepada para ulama kita dahulu. Sebab di antara mereka ada yang jika karya tulis yang diwariskan untuk generasi sesudahnya dibagi dengan jumlah hari selama hidupnya terhitung dari hari kelahirannya, maka untk satu hari sama dengan dua kurrasah (bagian dari buku). Oleh karena itu tepat apa yang disampaikan oleh Ibnu 'Athaillah kembali dalam untaian hikmahnya bahwa banyak umur yang terbentang panjang namun sedikit faidahnya dan banyak pula umur yang pendek waktunya namun banyak faidahnya. WallahuA'lam.

0 comments

Post a Comment