10 Peristiwa Isra Mi'raj Dan Hikmahnya Part I

Fakta seputar isra' mi'raj - Sebelum melakukan Isra', Rasulullah terlebih dahulu dibedah oleh Jibril mulai dari bagian cekung leher hingga perut untuk membersihkan hati beliau dan memenuhinya dengan kesabaran, ilmu, keyakinan dan Islam

cerita dan hikmah isra miraj nabi


Selanjutnya beliau mengendarai Buraq yaitu binatang yang posturnya lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal.

Buraq adalah binatang yang dinaiki oleh nabi Ibrahim untuk datang ke masjidil haram yang mampu terbang dengan kecepatan luar biasa karena ia bisa meletakkan kaki depannya sejauh mata memandang 

Dalam perjalanan isra' nabi sempat singgah dan sholat di Thaibah (Madinah), Madyan dekat pohon nabi Musa, bukit Sinai di mana Allah berbicara dengannya, dan di Baitullahmi (betleham) tempat kelahiran nabi Isa bin Maryam.

Nabi juga dikejar oleh jin 'Ifrith yang membawa obor api yang padam tatkala beliau membaca do'a yang diajarkan Jibril.

Selanjutnya beliau juga bertemu dengan kaum yang menanam dan menuai hasilnya dalam sehari. Dimana setiap tanaman itu dipanen maka seketika berada dalam kondisi semula. Saat beliau bertanya kepada Jibril tentang mereka

Jibril menjawab bahwa mereka adalah (mujahid) pejuang yang menegakkan agama Allah. Satu kebaikan mereka dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat dan apa pun yang mereka dermakan akan diganti oleh Allah. 

Tatkala beliau mencium semberbak wangi dan menanyakannya kepada Jibril.

Jibril menjawab bahwa itu adalah semerbak wangi Masyithah (perempuan yang bertugas menyisir rambut) putri Fir'aun dan anak-anaknya. 

Saat Masyithah sedang menyisir rambut putri Fir'aun, tiba-tiba sisirnya jatuh dan spontan Masyithah berkata, "bismillah, celakalah Fir'aun." Putri Fir'aun lalu bertanya kepadanya, "Apakah engkau punya tuhan selain ayahku." "Benar", jawab masyithah. "Apakah aku boleh mengabarkan hal ini kepada ayahku," ucap putri fir'aun. "Silahkan," jawab Masyithah.

Setelah mendapat kabar dari putrinya, Firaun memanggil Masyithah dan berkata, "Apakah engkau memiliki tuhan selain aku?" benar, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah," ujar Masyithah Masythah memiliki dua anak dan seorang suami yang kemudian mereka semua dipanggil menghadap Fir'aun.

Kemudian Fira'un merayu Masythah dan suaminya agar kembali kepada agama mereka berdua sebelumnya, namun mereka berdua menolak rayuan ini. Akhirnya Fir'aun mengancam, "Aku akan membunuh kalian berdua."

"Aku memohon kebaikanmu kepada kami jika engkau telah membunuh kami untuk menjadikan kami dalam satu kubur dan dikebumikan bersamaan." "Permintaanmu akan aku penuhi sebagai hakmu atas aku," jawab Fir'aun. 

Kemudian Fir'aun menyuruh menyiapkan sapi dari tembaga yang dipanaskan dengan minyak zait dan air lalu menyuruh masyithah, suami dan kedua anak mereka untuk dimasukkan ke dalamnya.

Mereka pun dimasukkan satu persatu ke dalamnya hingga tatkala sampai pada giliran anak terkecil yang masih menyusui, ia berkata kepada ibunya,
"Bunda masuklah engkau ke dalamnya. Engkau tak perlu ragu. Karena engkau berada dalam kebenaran. "
Akhirnya ibu dan anak-anaknya pun masuk ke dalamnya Selanjutnya

Nabi datang bertemu kaum yang terus-menerus meremukkan kepala mereka. Setiap kali kepala itu diremukkan maka akan kembali utuh seperti sebelumnya. Saat beliau bertanya kepada Jibril tentang mereka.

Jibril menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang kepala mereka merasa berat untuk melaksanakan shalat fardlu. 

Lalu beliau bertemu dengan kaum yang pada penis dan anus mereka terdapat tambalan. Mereka merumput sebagaimana unta dan kambing dan memakan pohon dlori' (sejenis pohon berduri yang tidak mampu dikonsumsi binatang karena kasar), zaqqum (buah pohon yang tumbuh di neraka), bara dan batu nerakan Jahannam. Waktu beliau bertanya siapakah mereka.

Jibril menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menolak membayar zakat dan Allah tidak berbuat zalim sedikit pun kepada mereka. 

Nabi selanjutnya bertemu dengan kaum yang di hadapan mereka tersaji daging matang dalam periuk dan daging mentah yang menjijikkan. Namun mereka memilih memakan daging mentah yang menjijikkan dari pada memakan daging matang yang baik. Saat beliau bertanya siapakah mereka,

Jibril menjawab bahwa mereka adalah lelaki dari ummat beliau yang telah memiliki istri yang halal dan baik tapi justru mendatangi wanita kotor dan bermalam dengannya hingga pagi dan perempuan yang meninggalkan suaminya yang halal dan baik lalu mendatangi lelaki kotor untuk bermalam bersamanya hingga pagi. 

Kemudian nabi mendatangi kayu yang berada di jalan yang tidak lewat baju atau apapun kecuali akan merobeknya. Tatkala beliau menanyakannya,

Jibril menjawab bahwa itu adalah perumpamaan beberapa kaum dari ummat beliau yang nongkrong di jalan sehingga setiap yang lewat merasa terganggu Lalu Jibril membaca ayat : 86 Al A'raf yang artinya, "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah ..". 

Beliau juga melihat seorang lelaki yang berenang di sungai darah yang menelan batu yang dilemparkan kepadanya. Saat beliau menanyakannya,

Jibril berkata bahwa itu adalah perumpamaan orang yang memakan riba. 

Bersambung ...


(Sumber : Al Anwar Al Bahiyyah min Isra' wa Mi'raj Khairil Bariyyah karya Abuya Sayyid Muhammad 'Alawi)

0 comments

Post a Comment