Memetik Hikmah Hijrah Nabi SAW Ke Madinah

Hijrah Dari Perbuatan Negatif - Hijrah yang nota bene konsekuensi dari jihad adalah salah satu peristiwa penting dalam proses dakwah Rasulullah

Karenanya momentum hijrah tidak boleh terhapus dari memori setiap muslim di manapun dan kapanpun ia berada karena hijrah adalah sumber energy untuk membangkitkan semangat jihad kaum muslimin dalam berdakwah menyebarluaskan agama Islam

Dari hijrah kita bisa belajar banyak bagaimana pengorbanan sahabat dalam membela agama Islam serta kesetiaan mereka kepada Rasulullah saw. 

hijrah nabi perbaiki perilaku


Dari hijrah pula kita kaum muslimin diajarkan untuk berusaha menciptakan komunitas dimana hukum Islam bisa berlaku efektif

Islam bukanlah agama yang yang hanya terdiri dari aspek keyakinan dan ritual atau aqidah dan ibadah semata. Islam adalah agama yang mengatur semua sisi kehidupan manusia baik aspek aqidah, ibadah, ekonomi, sosial, politik dan sebagainya

Oleh karena itu tatkala ajaran agama islam tidak bisa diimplementasikan di makkah maka Rasulullah menyuruh kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah bergabung dengan saudara seagama mereka kaum Anshar untuk membangun negara diatas fondasi agama Islam yang bisa menjamin berlakunya syari'ah Islam di dalamnya

Memandang fungsi strategis hijrah ini maka tidak aneh jika Allah mengkategorikan kaum muslimin yang tidak melakukan hijrah ke Madinah padahal mereka mampu melaksanakannya sebagai orang yang zalim dan masuk neraka Jahannam, sebagaiamana disebutkan dalama Al Qur'an dalam surat Annisa' ayat 97 yang artinya, 

"Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?", mereka menjawab : "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)". Para Malaikat berkata : "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?" Orang - orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah)

Dengan menolak hijrah ke Madinah mereka menjadi penyebab lemahnya agama Islam karena mereka harus tunduk kepada sistem non Islam di Makkah dan tidak bisa berpartisipasi memperkokoh Islam dengan tinggal di negara Islam Madinah yang nota bene sebagai tempat hijrah

Kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah memang sudah tidak berlaku karena Makkah telah menjadi wilayah Islam namun kewajiban menghijrahkan manusia dari nilai-nilai non Islam menuju kehidupan yang dipayungi nilai-nilai Islam adalah kewajiban yang harus diimplementasikan kaum muslimin sepanjang masa.

Nilai-nilai non Islam yang dipraktekkan dalam rumah tempat tinggal kaum muslimin harus segera disingkirkan jauh-jauh dan menggantinya dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan kejujuran, kebenaran, kemuliaan, sikap istiqomah, keseimbangan, kebaikan dan saling membantu dalam melaksanakan kebajikan.

Kaum muslimin harus mengawali semua ini dari rumah masing-masing karena rumah adalah wilayah kedaulatan anggota keluarga yang mendiaminya. Kita harus mengajak istri dan putra-putri kita berhijrah menuju perilaku yang dicintai Allah dan menjauhi hal-hal yang dimurkai-Nya, menyeimbangkan kebutuhan dunia dan akhirat dan mencintai sepenuh hati sistem dan etika Islam

Dengan demikian kita harus berusaha agar perilaku dan semua aktivitas kita berjalan sesuai dengan nilai-nilai Islam dan berhijrah meninggalkan nilai-nilai negatif yang diadopsi dari luar Islam

Jika kita telah berhasil menjadikan rumah sebagai tempat dimana nilai-nilai Islam berjalan dengan baik di dalamnya maka hal ini pada gilirannya akan menjalar kepada seluruh aktivitas masyarakat baik di pasar, sekolah, kantor-kantor pemerintahan, dan di mana saja mereka melakujkan aktivitas bersama

Selanjutnya dalam tempo yang tidak lama kondisi negara akan berubah dari negara yang durhaka kepada Allah dan mengadopsi nilai-nilai yang dimurkai-Nya menjadi negara dengan penduduk yang taat kepada Allah serta menjadikan system yang dirihloi-Nya sebagai dasar negara

Tegasnya hijrah bukan hanya aktifitas fisik dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tetapi hijrah bisa juga diartikan berpindah dari sikap negatif menuju sikap positif. Dalam hal ini Abdullah bin 'Amr bin 'ash dan Fuholah bin 'Ubaid bin naqid Al Anshori meriwayatkan 

Bahwa Rasulullah bersabda yang artinya, 

"Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk" Dalam Musnad Ahmad bin Hambal dari hadits Fudholah bin 'Ubaid bin naqid Al Anshori disebutkan bahwa pada saat hji wada' Rasulullah bersabda yang artinya, "Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang mu'min? mu'min adalah orang yang masyarakat merasa harta dan jiwa mereka aman dari gangguannya, tentang muslim? muslim adalah orang yang masyarakat tidak terganggu oleh lisan dan tangannya, tentang mujahid? Mujahid adalah orang yang berjihad mengalahkan hawa nafsunya untuk taat kepada allah, dan tentang muhajir? Muhajir adalah orang hijrah menginggalkan kesalahan dan dosa"

Wallahu A'lam (Sumber : Ma'arra'il al Awwal Karya Muhibuddin al Khathib) 

Ditulis Oleh : Habib Miqdad Baharun

0 comments

Post a Comment