Ibnu Taimiyah Tentang Manfaat Amal Orang Lain Part II

Ibnu Taimiyah dan pemikirannya - Setelah menyampaikan 11 point yang menunjukkan bahwa seseorang bisa merasakan manfaat dari amal perbuatan orang lain, berikut point tambahan yang disampaikan Ibnu Taimiyah sebagaimana ditulis oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawi dalam manhanjussalaf






12) Nabi bersabda kepada orang yang shalat sendirian, "Tidakkah ada lelaki yang mau bersedekah kepada orang yang shalat sendirian ini, sehingga ia menemaninya shalat?" Berkat bantuan orang lain yang mau menemani shalat akhirnya orang yang shalat sendirian ini memperoleh keutamaan berjama'ah. 

13) Orang yang terlilit hutang bisa bebas dari beban hutang tersebut jika ada orang lain yang melunasinya. Hal ini adalah memperoleh manfaat dengan amal perbuatan orang lain 

14) Orang yang memiliki kesalahan jika sudah dihalalkan kesalahannya maka ia bebas dari kesalah tersebut. Ini juga adalah merasakan manfaat dengan amal perbuatan orang lain 

15) Tetangga yang shalih bisa memberikan manfaat baik di waktu hidup atau mati sebagaimana keterangan yang terdapat dalam atsar. Ini adalah merasakan manfaat dengan amal perbuatan orang lain 

16) Teman kelompok yang berdzikir akan mendapat rahmat berkat kelompok dzikir tersebut meskipun ia sesungguhnya bukan termasuk kelompok tersebut. Ia tidak berniat ikut duduk berdzikir bersama mereka, sebab ia datang karena ada keperluan dan amal perbuatan itu tergantung niatnya. Berarti ia merasakan manfaat dengan amal perbuatan orang lain 

17) Menshalati mayit dan mendoakannya saat shalat adalaha memberi manfaat kepada mayit dengan menshalatinya orang hidup kepadanya dan ini adalah amal perbuatan orang lain 

18) Shalat Juma'at bisa tercapai dengan berkumpulnya sejumlah orang. Demikian pula shalat berjama'ah bisa tercapai dengan jumlah jama'ah yang banyak. Hal ini adalah memberikan manfaat kepada sebagian orang dengan sebagian yang lain. 

19) Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala berfirman kepada nabi Muhammad dalam Al Anfal : 33 yang artinya, "dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka," Al Fath : 25 yang artinya, "dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mukmin dan perempuan-perempuan yang mukmin yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa pengetahuanmu (tentulah Allah tidak akan menahan tanganmu dari membinasakan mereka). Supaya Allah memasukkan siapa yang dikehendaik-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka tidk bercampur baur, tentulah kami akan mengazab orang-orang yang kafir di antara mereka dengan azab yang pedih," dan Al Baqarah : 251 yang artinya, "Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini." Dalam ketiga ayat ni Allah menolak adzab dari sebagian orang berkat sebagian yang lain dan hal ini adalah memberikan manfaat kepada sebagian orang dengan sebagian yang lain 

20) Zakat fitrah wajib atas anak kecil dan siapapun yang nafkahnya ditanggung seorang lelaki. Dengan demikian mereka mendapat manfaat atas tindakan lelaki yang mengeluarkan zakat atas mereka 

21) Zakat wajib dikeluarkan dari harta anak kecil dan orang gila dan keduanya mendapat pahala atas zakat ini meskipun bukan mereka yang melakukannya. Siapapaun mau merenungkan ilmu maka ia akan mendapatkan informasi tak terhingga menyangkut mendapat manfaatnya seseorang dari amal yang tidak ia lakukan. Maka bagaiaman bisa ayat 39 surat An Najm yang artinya, "Dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," diinterpretasikan berlawanan dengan nash yang jelas dari Al Qur'an, hadits dan Ijma' ulama serta mengapa manusia dalam ayat tersebut dipahami bersifat umum?

 WallahuA'lam

BULETIN HAWARIY - WATU BELAH CIREBON

0 comments

Post a Comment