Jangan Jadikan Kuburanku Sebagai 'IED

Penggalan hadits ini seringkali dijadikan argumen oleh sebagian kalangan untuk mengharamkan atau membid'ahkan melakukan perjalanan dalam rangka berziarah menuju makam Rasulullah SAW di Madinah

Padahal hadits ini sama sekali tidak memiliki korelasi dengan persoalan berziarah ke makam Rasulullah. Hadits ini sesungguhnya diriwayatkan oleh Abu Dawud yang bersumber dari Abu Hurairah yang secara lengkap artinya adalah : 

"Jangan jadikan rumah-rumah kalian kuburan, jangan jadikan kuburanku sebagai 'ied dan bershalawatlah kepadaku karena shalawat kalian akan sampai kepadaku dimana pun kalian berada"

Lalu sejauh mana pandangan para ulama dalam memahami hadits di atas? Al Hafidz Zakiyuddin Al Mundziri berpendapat bahwa bisa saja maksud hadits tersebut adalah memberikan anjuran untuk memperbanyak ziarah ke makam Rasulullah atau dorongan untuk tidak boleh mengabaikannya sehingga jangan sampai makam beliau hanya sesekali diziarahi seperti halnya hri 'ied yang dalam setahun cuma terjadi dua kali
Sebagian ulama memahami dari hadits di atas larangan menetapkan hari khusus untuk berziarah ke makam beliau seperti halnya hari 'ied yang hanya berlangsung pada hari yang khusus. Mereka berpendapat bahwa idealnya makam beliau harus sering diziarahi kapanpun tatkala ada kesempatan tanpa harus menentukan hari khusus

hukum berziarah kubur menurut islam

Interpretasi ini disebutkan oleh Imam Taqiyuddin As Subki. Sebagian ulama ada yang memahami bahwa hadits di atas mengandung larangan bersikap tidak etis saat berziarah ke makam beliau dengan bermain-main dan bercanda sebagaimana biasa terjadi pada hari-hari 'ied

Karena tujuan berziarah kepada Rasulullah adalah untuk memberi salam kepada beliau, berdoa di sisi beliau dan mengharap keberkahan perhatian, do'a dan balasan salam beliau dengan tetap menjaga etika yang pantas di hadapan beliau

Pandangan terakhir ini insya Allah adalah pendapat yang paling mendekati kebenaran. Karena tradisi ahlulkitab (Yahudi dan Nashrani) saat berziarah kepada para nabi dan orang-orang shalih mereka adalah tengelam dalam bermain-main, berhias dan senda gurau. 

Oleh karena itu Rasulullah melarang kaum muslimin meniru tindakan ahlulkitab dalam hal bermain-main dan bercanda saat berziarah dengan beristighfar dan bertaubat serta bersikap sebagaimana breziarah kepada beliau saat masih hidup

Berangkat dari fakta di atas, bisa disimpulkan bahwa berziarah ke makam Rasulullah adalah perbuatan baik yang semestinya sesering mungkin harus dikerjakan

Karena memperbanyak perbuatan baik adalah hal yang baik. Ziarah ke makam beliau bukan hal yang syirik, haram, bid'ah atau berlawanan dengan sunnah nabi karena jika berziarah kepada selain nabi saja dibolehkan berdasarkan kesepakatan ulama, maka sangatlah aneh jika berziarah ke makam beliau itu hukumnya haram.

Hanya yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga etika saat berziarah kepada beliau dengan menghindari senda gurau dan bermain-main sebagaimana dilakukan ahlulkitab dahulu


Sumber : Manhajussalaf  karya Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al maliki

0 comments

Post a Comment