Peristiwa Isra Mi'raj Dan Hikmahnya Part II

Setelah Rasulullah melihat seorang lelaki yang berenang di sungai darah yang menelan batu yang dilemparkan kepadanya dan jibril menjelaskan bahwa itu adalah perumpamaan orang yang memakan riba

Silahkan baca artikel sebelumnya Peristiwa isra mi'raj part I

inilah kronologis perjalanan isra nabi muhammad

Selanjutnya beliau bertemu dengan seorang lelaki yang mengumpulkan seikat kayu bakar yang tidak mampu ia panggul namun terus menambahinya. Saat beliau bertanya kepada Jibril mengenai lelaki tersebut 

Jibril menjawab bahwa ia adalah salah seorang ummat beliau yang mendapat titipan amanat masyarakat ia tidak mampu melaksanakannya namun tetap ingin memikul amanat tersebut. 

Lalu beliau bertemu dengan kaum yang terus-menerus menggunting lisan dan bibir mereka dengan gunting besi dimana setiap kali digunting maka lisan dan bibir akan kembali seperti semula Saat ditanya 

Jibril menjawab bahwa mereka adalah para penceramah fitnah yaitu para pengkhutbah dari ummat beliau yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan 

Beliau kemudian melintas bertemu kaum yang berkuku tembaga yang mencakar wajah dan dada mereka

ternyata mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan mencermarkan reputasi mereka, jawab Jibril saat ditanya beliau. 

Selanjutnya beliau mendatangi liang kecil yang keluar dari dalamnya seekor sapi besar yang kemudian ingin masuk kembali ke dalamnya namun tidak mampu. 

Ia adalah lelaki dari ummat beliau yang melontarkan ucapan besar lalu menyesalinya namun tidak mampu menariknya kembali, kata Jibril 

Rasulullah juga mendatangi sebuah gua yang menebarkan bau wangi menyengat serta bau minyak kesturi dan terdengar suara. Saat beliau bertanya kepada Jibril menjawab bahwa 

itu adalah suara surga yang berkata, "Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku apa yang telah engkau janjikan kepadaku. Sungguh banyak kamar, sutra (istabraq, sundus dan 'abqari) permata, marjan, perak, emas, gelas, piring, kendi, tunggangan, madu, air susu dan arak-Ku." Allah menjawab, "Untukmu setiap muslim dan muslimah, mukmin dan mukminah, dan orang yang beriman kepadaku dan kepada para rasulku yang beramal shalih dan tidak menyekutukanku dengan yang lain. siapapun yang meminta kepadaku akan kuberi. Siapapun yang mendermakan hartanya kepadaku yang mendermakan hartanya kepadaku maka akan kuberikan balasan. Siapapun yang berserah diri kepadaku akan kucukupi. sesungguhnya aku adalah allah yang tidak ada tuhan kecuali aku. Aku tidak akan melanggar janji. Sungguh beruntung orang-orang yang mukmin. Maha suci allah sebaik-baik pencipta. "Aku ridho" ujar surga 

Selanjutnya beliau mendatangi jurang yang terdengar dari dalamnya suara asing dan bau busuk. Saat beliau bertanya tentang hal ini,

Jibril menjawab bahwa itu adalah suara Jahannam yang berkata, "Wahai Tuhanku, berikanlah kepadaku apa yang telah engkau janjikan kepadaku. sungguh telah banyak rantai, belenggu, nyala api, air panas, dlori' (tanaman yang tumbuh di Hijaz dengan duri besar), ghassaq (nanah yang mengalir dari penghuni nerakan dan cairan daging mereka) dari siksaanku. sungguh jauh mendalam dasar jurangku dan sangat tinggi panasku, maka berikanlah kepadaku apa yang telah engkau janjikan" Allah menjawab, "Untukmu setiap lelaki dan perempuan yang musyrik, kafir dan kotor serta setiap orang sombong yang tidak percaya kepada hari perhitungan amal" 

Rasulullah juga melihat Dajjal dalam bentuk sesungguhnya dengan mata beliau bukan dalam mimpi. Beliau menjawab bahwa ia berpostur besar, sangat putih, salah satu matanya menonjol seperti bintang berkilau dan rambutnya seperti dahan pohon. Beliau menyamakan Dajjal dengan Abdul Uzza bin Qathan. 

Lalu beliau melihat tiang berwarna putih mirip mutiara yang dipanggul oleh para malaikat. Saat beliau bertanya, "Apa yang kalian panggul?" mereka menjawab, "Tiang Islam, kami mendapat perintah untuk meletakkannya di syam". 

Tatkala beliau sedang berjalan, tiba-tiba ada yang memanggil dari arah kanan beliau, "Wahai Muhammad, pandangilah aku, aku akan bertanya kepadamu!" namun beliau tidak menjawabnya. Saat beliau menanyakan hal ini kepada Jibril, ia menjawab. 

"Ia adalah penyeru orang-orang Yahudi, sungguh jika engkau menjawab seruannya maka ummatmu akan menjadi pemeluk Yahudi." 

Kemudian saat beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ada yang memanggil dari arah kiri beliau, "Wahai Muhammad, pandangilah aku, aku akan bertanya kepadamu!", namun beliau tidak menjawabnya. Saat beliau menanyakan hal ini kepada Jibril, Jibril menjawab.

"Ia adalah penyeru orang-orang Nasharani, sungguh jika engkau menjawab seruannya maka ummatmu akan menjadi penganut Nashrani" 

Lalu beliau melanjutkan perjalanan kembali dan di tengah perjalan bertemu dengan seorang perempuan dengan kedua betis terbuka dan penuh dengan perhiasan yang diciptakan Allah. Perempuan itu berkata, "Wahai Muhammad, pandangilah aku, aku akan bertanya kepadamu!," namun beliau tidak meladeninya. Saat beliau bertanya kepada Jibril siapakah ia, Jibril menjawab

 " Ia adalah dunia. Sungguh jika engkau menjawab panggilannya, niscaya ummatmu akan memilih dunia dari pada akhirat"

Saat beliau melanjutkan perjalanan, tiba-tiba beliau bertemu orang tua yang memanggil beliau dan mengahalangi jalan. "Kemari wahai Muhammad!." kata orang tua tersebut. Namun Jibril menyuruh beliau untuk melanjutkan perjalanan. Saat beliau bertanya tentang orang tua tersebut, Jibril menjawab,

 "Ia adalah musuh Allah iblis yang ingin mempengaruhimu agar condong kepadanya." 

Kemudian beliau kembali melanjutkan perjalanan dan bertemu seorang nenek tua yang berada di pinggir jalan, ia berkata, "Wahai Muhammad, pandangilah aku, aku akan bertanya kepadamu!" namun beliau tidak meladeninya. Beliau bertanya, "Siapakah ia, wahai Jibril?". 

"Sesungguhnya umur dunia yang tersisa itu sama dengan sisa umur nenek tua itu," jawab Jibril 





Sumber : Al Anwar Al Bahiyyah min Isra'I wa Mi'raji Khairil Bariyyah karya Abuya Sayyid Muhammad 'Alawi)

0 comments

Post a Comment