Puisi Tanpa Judul

Aku sampai lupa apa yang harus aku tulis
Karena kau benar-benar kecil 
Sampai bisa masuk ke dalam tempurung kepalaku

sialan, harusnya kau minta izin 
Ketuk kepalaku tiga kali sesuai syariat
Jika aku bergeming, kau lebih baik pergi

Saat kau kembali 
Namaku bisa kau temui di batu nisan
Di dalamnya terkubur jasad 
Yang setiap kali dipalu
Muncul namamu dalam buraian daging
Darahnya muncrat sampai langit
lalu gerimis

Dimatamu hujan deras
Sambil berpuisi, kau buat dua malaikat
Menghela nafas
mereka termangu mendengar puisimu

Seperti pencuri, aku menyusup mencari jalan paling 
dekat menuju surga
Disana, kulihat bidadari sedang baca puisi
oh. Kita berada di surga yang sama



























Puisi Oleh : Wawar Suwardi Quba

0 comments

Post a Comment