Kepergian Sang Murobbi Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al Hasani

Mekkah dan dunia Islam menangis, saat hari Jumat 15 ramadhan 1425 H atau bertepatan dengan tanggal 20 Oktober 2004 Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al maliki Al hasani menghadap ke hadirat Sang Ilahi

Jam menunjukkan sekitar pukul 6 pagi saat itu, berita wafatnya Abuya AsSayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani menimbulkan kepanikan warga Mekkah


Saat itu jalan menuju Hay al Rashifah dipadati kendaraan dan manusia. Lautan manusia mengantar jasad beliau ke pemakaman Al Ma'la. Ratusan ribu manusia membanjiri upacara pemakaman beliau

Semua orang menangis dan sangat bersedih. Ini merupakan satu situasi yang tidak dapat dilupakan. Ketika jenazah Abuya hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian mengusung jenazahnya.
Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Ribuan kaum muslimin yang berada di Mekkah menyaksikan penguburan beliau saat itu, termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri

Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, semua menyaksikan jenazah beliau setelah disholati di Majidil Haram setelah sholat isya' yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia

Abuya as Sayyid Al Maliki Al Hasani dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la disamping makam istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bunda Khadijah binti Khuwalid

Selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan 'aza'. Di hari terakhir aza' wakil raja Saudi Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak akan dilupakan umat
Beliau wafat meninggalkan 6 putera yakni : As-Sayyid Ahmad, As-Sayyid Abdullah, As-Sayyid Alwi, As-Sayyid Ali, As-Sayyid Al-Hasan dan As-Sayyid Al-Husein dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini

Sebelum beliau wafat, berpulang menuju rahmat Allah, beliau sering berdoa untuk tiga hal yaitu :
  1. Ingin meninggal diantara murid-murid dan kitab-kitab beliau
  2. Orang yang menjadi Imam yang nantinya mensholati beliau di Masjidil Haram itu agar supaya seorang imam yang cinta kepada beliau, dan bukan orang yang benci atau memusuhi beliau
  3. Beliau meminta agar jenazahnya sebelum dikembumikan di Ma'la itu bisa masuk dulu ke dalam makam Sayyidatuna Khadijah (Istri baginda Rasulullah SAW). Dan pada kenyataannya semua yang beliau harapkan itu benar-benar diwujudkan oleh Allah SWT. Dan demikian inilah salah satu bukti kecintaan Allah kepad beliau

Beliau pergi pada bulan Ramadhan di pagi Jum'at, apalagi bukti yang diperlukan untuk menunjukkan penerimaan Allah? Makkah menangisi kepergiannya, seluruh dunia Islam menangisi kehilangannya
Selamat tinggal ayah yang berhati baik. Selamat tinggal sosok tubuh yang pernah menanamkan hikmah, ilmu, teladan dihati hati kami. Selamat tinggal pemimpin umat yang tak bisa kami lupakan dalam pendiriannya dan keikhlasannya. Selamat tinggal pahlawan yang jujur, ikhlas dalam amal dan perbuatannya

Selamat jalan ... selamat jalan, kebaikan dan kemulyaan engkau telah meliputimu semasa hidupmu dan disaat wafatmu. Engkau telah hidupkan hari-harimu di dunia dengan mulia, dan sekarang engkau telah terima balasan kebaikan disaat wafatmu pula dnegan mulia


Jika sekarang telah berpisah untuk sementara, maka kami pasti akan menyusulmu Insya Allah, dan kita pasti akan bertemu dan berkumpul kembali. Semoga Allah menganugerahkan beliau tempat yang tertinggi di Jannah, bersama-sama kekasihnya dan datuknya Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam. Aaaamin aaamin ya robbal alamin

0 comments

Post a Comment