Napoleon Code Inspirasi Dari Ajaran Rasulullah SAW

Rasulullah Sholallahu Alaihi wassalam dalam perannya sebagai Maha Guru umat manusia merupakan mata air ilmu yang tak ada habisnya. Sejarah mencatat beberapa nama besar yang begitu terpengaruh oleh ajaran yang dibawa oleh Baginda nabi SAW

salah satu di antaranya adalah seseorang yang disebut sebagai penguasa Eropa, yang oleh Michael Hart ditempatkan pada posisi ke 34 tokoh yang paling berpengaruh di dunia. Dialah Napoleon Bonaparte, dilahirkan di Pulau Korsika, 15 Agustus 1769 dari keluarga Bangsawan Italia.

Napoleon adalah pemimpin Perancis pertama pasca Revolusi yang bergelar Kaisar (Emperor of French). Potensinya di bidang militer mulai terlihat saat usianya masih sangat mdua, 23 tahun dan menyandang pangkat Letnan Kolonel



Kebangsawanan, kekayaan, serta koneksi keluarganya yang luas memberikan napoleon kesempatan untuk belajar hingga ke jenjang yang tinggi. Dengan modal kecerdasannya dia membuktikkan kemahiran mengatur strategi perang yang jitu.

Dia juga memiliki pengetahuan politik yang mumpuni, hingga menjadi Kaisar tanpa begitu banyak pertumbahan darah di dalam negeri. Daerah kekuasaannya meliputi hampir seluruh daratan Eropa, bahkan Asia BArat, termasuk Mesir dan Palestina

Dalam catatan sejarah, isu yang paling menarik mengenai kehidupan Napoleon Bonaparte adalah perihal keislamannya. Sebuah buku yang ditulis oleh David M. Pidcock yang mengutip berita dari sebuah surat kabar resmi Perancis, Le Moniteur, yang menyebut tentang keislaman Napoleon pada tahun 1798.

Berawal dari peristiwa ekspansi militer ke daerah Mesir yang merupakan daerah berpenduduk mayoritas muslim, Napoleon lambat laun mendalami Islam dan menumbuhkan kekaguman-kekaguman dalam dirinya. Meski sebenarnya ini bukan hal yang baru, karena sejak remaja, seperti yang ditulis Edward Said, Napoleon sudah membaca manuskrip karya Marigny, Histoire des Arabes, yang bercerita tentang kemegahan Mesir pada zaman Alexander the Great.

Napoleon sangat mengapresiasi Islam dan Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wassalam. Ia belajar Al-Qur'an serta mengkaji kehidupan Rasulullah SAW. Ia berkata,
"Rasuullah Shallallahu Alaihi Wassalam berhasil menuntun kehidupan kaum Arab yang jahil kepada jalan yang benar. Mengajar kepada mereka mengenai keesaan Allah. Allah yang satu. Tuhan yang tidak mempunyai bapa, tidak mempunya anak dan tidak mempunyai pendamping."
Napoleon membandingkan isi kandungan Al-Qur'an dengan Injil yang membawanya sampai pada sebuah kesimpulan,
"Saya menemukan kebenaran-kebenaran yang unggul di dalam al-Quran yang selama ini dikelirukan oleh kitab-kitab terdahulu di mana manusia ikut campur tangan di dalamnya melalui kata-kata mereka sendiri, bukannya kata-kata Tuhan."
Napoleon pada abad ke-18 ingin mengalami kejayaan seperti yang dicapai Rasullah SAW pada abad ke-7. Ia begitu kagum terhadap seseorang yang mampu menghidupkan kembali tanah airnya dan membangun masyarakat di tengah gurun Arab yang gersang.

Napoleon melakukan studi terhadap hukum-hukum Islam dan kemudian menyusun sebuah undang-undang bagi rakyat sipil terinspirasi dari ajaran Rasulullah yang dikenal dengan Napoleon Code, diantara isi Napoleon Code adalah perihal riba atau bunga pinjaman, pengharusan adanya saksi dalam sebuah perjanjian, serta hukum perang dan perdamaian yang meliputi perlindungan terhadap wanita dan anak-anak dalam masa perang, larangan menghancurkan tempat ibadah dan fasilitas umum, serta aturan mengenai tawanan perang, pertukaran dan pembebasan tawanan

Dengan tingkat optimisme yang tinggi, Napoleon menuturkan mimpinya perihal sebuah nationstate yang mengedepankan Islamic Value; nilai-nilai dari ajaran Rasulullah SAW,
"Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan umat manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk menjungjung satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanya Al-Quranlah satu-satunya sumber kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagaiaan"

Pada kesempatan lain, ia mengatakan, 
"Dalam waktu dekat ini, jika berpeluang, saya ingin menyatukan semua umat manusia melalui budaya yang baik dan pemerintahan yang mengayomi rakyatnya melalui prinsip yang tertulis dalam Al-Qur'an al-Karim"

Napoleon Code setidaknya memberikan pengaruh dan menjadi pondasi bagi hukum yang kelak berlaku di Eropa, khususnya di Perancis. Sistem hukum yang dibangun oleh Napoleon Bonaparte tersebut mengadaptasi undang-undang syariah yang berasal dari Islam yang dia akui sebagai satu-satunya sistem kepercayaan yang unggul dan komprehensif


Di akhir kisah hidupnya, Napoleon Bonaparte mendapat hukuman berupa pencabutan hak tinggal di Perancis setelah kalah perang melawan Inggris. Ia wafat enam tahun setelah dibuang ke sebuah pulau terpencil di Samudera Atlantik bagian selatan.

Ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 5 Mei 1821 pada usia 52 tahun. Sebagian dari negara-negara Barat menolak realitas sejarah bahwa Kaisar Napoleon Bonaparte memeluk agama Islam. Mereka sulit untuk menerima kenyataan bahwa salah seorang tokoh besar dunia yang tumbuh di keluarga Katolik menerima kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam
Wallahu 'Alam Bish Shawab
Oleh : Sayyid Abubakar Hasan Alatas Azzabidi

0 comments

Post a Comment