Sejenak Mengingat Nabi Muhammad SAW

Kalau hari ini kita bisa bertasbih memuji Allah, maka di sana ada sejarah perjuangan nabi Muhammad SAW. Beliau cinta kita melebihi cinta kita kepada beliau. Beliau tangisi ktia karena amat pedih dirasakan olehnya penderitaan kita. Kalau hati kita tidak tersentuh oleh kebenaran, alangkah sia-sia hidup yang hanya sebentar ini

Allah Subhanahu wa Ta'ala menuturkan kepada kita tentang Nabi Shallahu 'Alaihi wa Sallam. Kata Allah, 
Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, Amat berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At Taubah:128)

Kita yang sangat dipikirkan oleh Nabi. Sampai pada detik-detik terakhir kehidupan beliau, kita pula yang disebut-sebut, "Ummati ... ummati ...(Umatku ...Umatku)..."

Karena sangat menginginkan keselamatan kita, Nabi SAW kadang harus berhari-hari menahan lapar. Beliau juga menghadapi ancaman orang-orang yang tidak suka melihat perjuangan beliau. Hanya karena beliau ingin mengajak pada keselamatan, sampai-sampai beliau dianggap gila. Sama seperti sebutan yang diberikan kepada orang-orang yang menegakkan dakwah; mereka dianggap teroris hanya karena mereka mengajak pada kedamaian dan keselamatan
Allah berfirman, "Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengan Al Qur'an dan mereka berkata, Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila" (QS. Al-Qalam:51)

Inilah sebutan yang bisa membangkitkan keraguan pada hati orang-orang yang beriman. Inilah sebutan yang bisa mengguncang keyakinan orang-orang yang mulai mempercayai Muhammad, Nabi dan kekasih-Nya. Agaknya, politik pemberian cap buruk oleh orang-orang kafir masih berlangsung hingga sekarang. Bahkan tanpa sadar, kita pun terkadang turut menyuburkannya


Atas tanggapan gila terhadap Nabi Shallahu 'alaihi wasallam, Allah subhana wata'ala berfirman,
"Dan temanmu (Muhammad) itu sekali-kali bukanlah orang yang gila. Sesungguhnya Muhammad melihat Jibril di ufuk terang. Dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Al-Qur'an bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk. Maka ke manakah kamu akan pergi?" (QS. At-Takwir:22-26)
Allah subhana wata'ala meletakkan kemuliaan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Atas perjuangannya kita mengenal kebenarannya. Telah banyak kesusahan yang ia tanggung demi keselamatan iman kita. Maka, telah selayaknya kita menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kita kepadanya. Kita nyatakan rasa cinta-betapapun tipisnya-dengan mengucapkan shalawat dan salam kepadanya, sebagaimana Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat atasnya


Banyak hadits yang membicarakan keutamaan bershalawat ke atas Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki, dalam bukunya "Abwabul Faraj" hal 373 mengetengahkan hadits tentang keutamaan bershalawat dan salam atas Nabi Muhammad SAW. Dari Ubai Ibnu Ka'ab, Beliau SAW berkata yang artinya

"Wahai Rasulullah, saya selalu bershalawat untukmu, maka berapa banyak yang harus aku bagikan dari shalawat untukmu? Sabda beliau : Sesukamu, jika engkau menambahkannya, maka hal itu lebih baik bagimu. Kata Ubai: Bagaimana jika duapertiga bagian daripadanya? Sabda beliau: Sesukamu, jika engkau menambahkannya, maka hal itu lebih baik bagimu. Kata Ubai: Bagaimana jika aku memberikan seluruhnya bagimu? Sabda beliau: Kalau begitu, semua kesulitanmu akan mendapat jalan keluar dan dosa-dosamu akan diampuni"

Alangkah besar kemuliaan, tetapi alangkah sering kita lupa bershalawat kepadanya. Padahal setiap kita mengucapkan shalawat, Allah akan berkenan menyampaikan shalawat kepada kita
Dari Abu Thalhah diceritakan, suatu saat Nabi SAW datang dan ada tanda kegembiraan di wajahnya. Kami bertanya, "Sungguh, kami melihat kabar gembira dari raut wajahmu"

Jawabnya, "Ada malaikat yang datang kepadaku, kemudian berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu berkata Ia ridha denganmu jika seseorang bershalawat kepadamu, niscaya aku bershalawat untuknya sepuluh kali, atau seseorang mendoakanmu untuknya sepuluh kali". (HR. An-Nasa'i)

Semoga kita lebih mampu mengingat Nabi
Oleh : Ust. Ayyub Syafi'i - Hawariy Malang

0 comments

Post a Comment