Dalil Tarawih 20 Raka'at Part II

Para ulama madzhab Syafi'i menyatakan dengan tegas bahwa shalat Tarawih itu 20 raka'at. Dalam Al majmu' Imam Nawawi berkata,
"Madzhab kami shalat Tarawih itu 20 raka'at dengan 10 kali salam diluar shalat witir. Dilakukan dengan 5 kali beristirahat dan satu kali istirahat itu empat raka'at dengan dua kali salam. Inilah pendapat madzhab kami yang juga pendapat Abu Hanifah, para Ashabnya, Ahmad Dawud dan para ulama lain. Al Qadhi 'Iyadh mengutip pandapat ini dari jumhur 'Ulama. Diceritakan bahwa Al Aswad bin Yazid melaksanakan shalat malam Ramadhan dengan 40 raka'at ditambah witir tujuh raka'at. Malik berkata bahwa shalat tarawih itu dilakukan dengan 9 kali tarawih itu dilakukan dengan 9 kali tarwihat (istirahat) yang berarti 36 raka'at selain witir. Beliau berargumentasi bahwa penduduk Madinah mempraktekkan shalat Tarawih dengan jumlah tersebut"

Para ulama madzhab Syafi'i mengkompromikan antara madzhab malik dan madzhab Jumhur ulama dengan memberikan alasan bahwa bertambahnya raka'at tarawih versi Imam malik itu sebagai pengganti thawaf di masjidil haram.
http://blogkaruhun.blogspot.com/2015/06/inilah-dalil-dalil-tarawih-20-rakaat.html
mari shalat tarawih 20 raka'at
Ibnu Hajar Al Haitami berkata, "Shalat Tarawih menurut kami untuk selain penduduk Madinah adalah 20 raka'at sebagaimana kesepakatan yang terjadi pada era 'Umar.

Beliau saat itu berpendapat untuk menyatukan orang-orang untuk shalat besama seorang imam. Pandangan beliau disetujui oleh yang lain dan mereka melalukan shalat witir tiga raka'at setelah tarawih.

Rahasia 20 raka'at itu dengan memandang bahwa shalat sunnah rawatib muakkad pada selain bulan Ramadhan itu 10 raka'at kemudian dilipatgandakan pada bulan Ramadhan sebab bulan tersebut adalah waktu untuk bersungguh-sungguh.

Sedang untuk penduduk madinah, karena kemuliaan mereka berada dekat Rasulullah SAW maka tarawih berjumlah 36 raka'at. Tambahan 16 raka'at untuk mengimbangi thawaf penduduk makkah sebanyak 4 kali dengan tujuh putaran untuk setiap thawaf yang dilaksanakan setiap satu kali tarwih (istirahat) dari 20 raka'at." (Tuhfatul Muhtaj)

Pendapat shalat tarawih 20 raka'at juga dkiatkan oleh Al 'Allamah Ar Ramli yang menegaskan, "Shalat tarawih adalah 20 raka'at dengan 10 kali salam setiap malam Ramadhan berdasarkan riwayat yang menceritakan bahwa orang-orang melaksanakan shalat malam pada era 'Umar bin Khatthab pada bulan Ramadhan dengan 20 raka'at

Imam Malik meriwayatkan dalam Al Muwattha 23 raka'at. Imam Al Baihaqi mengkompromikan dua pendapat ini dengan menyatakan bahwa mereka melaksanakan shalat witir tiga raka'at. Untuk melaksanakan shalat malam Ramadhan ini 'Umar menjadikan Ubay bin Ka'b sebagai imam untuk jama'ah laki-laki dan Sulaiman bin Abi Hatsmah untuk jama'ah wanita

Orang-orang pun memanfaatkan seluruh waktunya untuk melaksanakan shalat tarawih berjama'ah di masjid. Setiap empat raka'at dari 20 raka'at disebut tarawih atau satu kali istrirahat sebab mereka yang shalat tarawih beristirahat setiap selesai melaksanakan 4 raka'at."
(Nihayatul Muhtaj). Bersambung ...

0 comments

Post a Comment